22

Bappenas Circular Economy adoption plan to increase GDP and protect environment

Dalam Webinar Nasional Ekonomi Sirkular untuk Mendukung Ekonomi Hijau dan Pembangunan Rendah Karbon yang diselenggarakan secara virtual, Senin (25/1), Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memaparkan pentingnya ekonomi sirkular untuk pemulihan ekonomi dan reformasi sosial. “Implementasi ekonomi sirkular diharapkan dapat menjadi salah satu kebijakan strategis dan terobosan untuk membangun kembali Indonesia yang lebih tangguh pasca Covid-19, melalui penciptaan lapangan pekerjaan hijau (green jobs) dan peningkatan efisiensi proses dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya,” ungkapnya. Pada kesempatan yang sama, Menteri Suharso juga meluncurkan laporan The Economic, Social and Environmental Benefits of A Circular Economy in Indonesia atas kolaborasi Kementerian PPN/Bappenas bersama UNDP Indonesia serta didukung Pemerintah Kerajaan Denmark.

Laporan tersebut memaparkan hasil studi potensi ekonomi sirkular di Indonesia. Penerapan ekonomi sirkular pada lima sektor industri berpotensi menghasilkan tambahan Produk Domestik Bruto (PDB) secara keseluruhan pada kisaran Rp 593 triliun hingga Rp 642 triliun. Studi tersebut fokus pada lima sektor utama Indonesia, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil, perdagangan grosir dan eceran (fokus pada kemasan plastik), konstruksi, serta elektronik. Selain itu, implementasi konsep ekonomi sirkular di kelima sektor juga dapat menciptakan sekitar 4,4 juta lapangan kerja baru hingga tahun 2030. 

 103 total views

Share

Social Media

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Change Language